Prabu Blog

Harga Kucing Ras Mahal?

13015670_486907971492930_8661447319016716330_n

Melihat lenggak lenggok kucing ras persia dan exotic memang lucu dan menggemaskan. Dan ternyata masih banyak juga kucing ras asli lainnya yang sama cantiknya seperti ras mainecoon, sphynx, bengal, british shorthair, scottish fold dan lain-lain.

Tentunya kita menginginkan kucing yang berkualitas untuk dijadikan anggota keluarga baru dirumah. Apalagi jika kita menginginkannya sebagai teman anak-anak dirumah. Sifat dan karakter yang lucu dan manja, fisik sempurna, kesehatan dan kebersihan terjamin. Kucing dengan spesifikasi seperti itu, hanya bisa di dapat di registered cattery atau cattery resmi. Penjelasan lebih lengkap tentang mengapa harus beli kucing di cattery resmi, sudah pernah kami tulis sebelumnya.

Lalu mengapa harga kucing ras mahal?

Pertama, izinkan kami jelaskan dahulu bahwa manfaat memelihara kucing sangatlah banyak. Dari berbagai riset antara lain bisa mengurangi risiko penyakit cardiovaskular dan jantung, mencegah asma pada anak, juga melatih kemandirian anak, mengurangi depresi, bahkan bisa menghindari risiko perpecahan dalam keluarga. Selengkapnya pernah kami tulis disini http://prabucats.blogspot.co.id/2013/11/manfaat-memelihara-kucing.html

Dengan segudang manfaat yang disebut disana, tentunya harga kucing menjadi tidak mahal. Berapa banyak biaya kesehatan yang bisa dihemat akibat memelihara kucing? atau misalnya, berapa “harga” yang berani kita bayar agar anak-anak kita betah dirumah dibanding harus bergaul di luar sana yang sangat berbahaya di masa-masa sekarang ini?

Apakah beli kucing di pinggir jalan itu murah? Bagaimana dengan risiko dari histori penyakitnya? bagaimana perawatannya? bagaimana kutu dan jamur? Sudah banyak sekali cerita membeli kucing murah dengan ending kucing menjadi sakit atau mati. Pentingkah murah kalau pada akhirnya kucingnya ternyata sakit-sakitan dan mati? Apakah pedagang kucingnya expert tentang perawatan kucing? bisa untuk diajak konsultasi selama kucingnya sudah kita beli? Dan apakah rekomendasinya tepat untuk kucing kita?

Maka mahal dan murah menjadi relatif….

Kedua, bahwa biaya perawatan kucing ras asli memang mahal!

Kita coba breakdown satu persatu ya komponen biaya yang ada pada satu ekor kucing ras, ketika misalnya dijual pada usia 6 bulan

1. Biaya Indukan

Jika ambil contoh di Prabu Cattery, indukan kucing import. Indukan tentu ada masa produktifnya. Maka cattery harus menghitung amortisasi atau penyusutan. Harga kucing import bisa dicek disini http://www.cattery.co.id/harga-kucing-ras-bersertifikat-terbaru-2016/ .

Asumsi-asumsi :

  • Harga kucing import Rp 80 juta per ekor. (Ada beberapa yang harganya sampai ratusan juta)
  • Kucing betina selama masa produktifnya menghasilkan 12 anakan (Itupun ada risiko kucing betina tidak bisa kawin atau diangkat rahim)
  • Kucing jantan selama masa produktifnya menghasilkan 36 anakan (Ada banyak kucing jantan tidak bisa kawin juga)

Maka biaya amortisasi per ekor kucing yang dijual cattery dari indukan import adalah Rp 8,8 juta

Bagaimana dengan indukan kucing lokal yang show quality? Tetap membebankan biaya sekitar Rp 2-3 juta untuk satu ekor kucing anakan yang dijual.

2. Biaya Ruangan

Anggaplah kita sewa rumah kos Rp 1 juta / bulan. Dengan standar di Prabu Cattery, rumah kos seperti itu hanya cukup untuk memelihara 4 ekor kucing saja. (Memang ada breeder lain yang ruangannya penuh sesak dengan kucing, tapi tidak di Prabu Cattery). Berarti biaya yang dibebankan per ekor kucing adalah Rp 250 ribu/bulan. Total dibutuhkan Rp 1,5 juta selama 6 bulan untuk biaya ruangan per satu ekor kucing yang dijual.

3. Biaya Listrik dan Air

Standar pemeliharaan di Prabu Cattery adalah AC selalu on selama 24 jam. AC pun di service rutin setiap bulan, karena bulu kucing menyebabkan AC harus lebih sering di servis. Juga dehumidifier selalu on 24 jam. Ditambah listrik untuk exhaust dan blower untuk grooming yang besarnya 2200 watt! Dan semua kucing di Prabu Cattery selalu mandi dengan air hangat, konsumsi listrik dari water heater sangat besar. Biaya listrik, air, dan servis AC paling tidak Rp 2,4 juta setiap bulannya. Dengan asumsi pelihara 4 ekor tadi, maka biaya per kucing adalah Rp 600 ribu / bulan. Atau Rp 3,6 juta selama 6 bulan,

4. Biaya Persalinan, Vaksin, Obat Cacing

Biaya persalinan di dokter hewan bervariasi. Katakanlah Rp 800 ribu. Dengan asumsi lahir bayi kucing 2 ekor, maka biaya persalinan per kucing adalah Rp 400 ribu. Itupun jika lahir normal. Karena jika lahir via operasi caesar, biaya membengkak hingga Rp 3 juta.

Standar vaksin di Prabu Cattery adalah dua kali vaksin ketika kucing berusia 2 bulan dan diulang pada usia 3 bulan. Biaya untuk dua kali vaksin dan obat cacing adalah Rp 400 ribu untuk satu ekor kucing.

Maka total biaya pada segmen ini untuk satu ekor anak kucing adalah Rp 800 ribu

5. Biaya Cattery Boy

Cattery boy atau tenaga kerja yang diperbantukan di Cattery, asumsi gaji Rp 1,2 juta. Tugasnya adalah membersihkan kandang, memberi makan dan minum kucing. Jika ada 4 ekor kucing, maka beban per ekor kucing untuk cattery boy adalah Rp 300 ribu, atau Rp 1,8 juta untuk enam bulan.

6. Biaya Grooming dan Shampoo

Asumsi bayi kucing mulai dimandikan usia 1 bulan, dan dimandikan satu kali selama seminggu, maka ketika usia 6 bulan kucing tersebut total 20 kali mandi. Shampoo kucing di cattery-cattery yang baik sangatlah mahal. Bisa cek harganya disini http://www.calico.co.id/index.php?route=product/product&path=99_110&product_id=405 . Shampoo kok harganya jutaan hehe..
Grooming di petshop yang bagus standarnya sudah diatas Rp 100 ribu per sekali grooming. Sekedar info, biaya grooming untuk show/kontes di petshop mencapai Rp 350.000 per sekali grooming. Tentunya standar grooming di Prabu Cattery jauh lebih baik dan dengan perlengkapan yang harganya jauh lebih mahal. Jika diasumsikan per sekali grooming biayanya “hanya” Rp 150 ribu saja, maka satu ekor kucing selama 6 bulan telah menghabiskan Rp 3 juta untuk grooming.

7. Biaya Makanan dan Vitamin

Sama seperti sebelumnya, standar makanan dan vitamin di Prabu Cattery sangatlah tinggi. Makanan super premium dan juga vitamin-vitamin rutin. Belum lagi asupan susu tambahan untuk bayi-bayi kucing. Minimal biaya yang dikeluarkan untuk semua hal tersebut adalah Rp 200 ribu/bulan untuk satu ekor kucing. Atau Rp 1,2 juta untuk 6 bulan.

8. Biaya Perawatan Indukan

Selama induk betina hamil, ada beberapa treatment yang harus dilakukan. Dan juga kedua induk jantan dan betina ini perlu makan dan grooming juga tentunya. Induk betina butuh 65 hari untuk proses kehamilan, dan 60 hari tambahan untuk proses sapih. Terakhir butuh setidaknya 2,5 bulan untk recovery. Jadi total 8 bulan yang dihabiskan. Selama 8 bulan dibutukan biaya untuk makan dan vitamin Rp 200 ribu per bulan. Termasuk vaksin sebelum hamil. Ditambah biaya grooming untuk 6 bulan (karena misalnya selama hamil tidak grooming). Maka total biaya Rp 5,2 juta dengan asumsi lahir 2 anak kucing. Maka biaya yang ditanggung per anak kucing adalah Rp 2,6 juta. Biaya ini belum termasuk biaya perawatan dan makanan induk jantan lho!

9. Biaya Sertifikat

Rata-rata biaya sertifikat di CFA untuk satu ekor kucing adalah $24. Untuk di ICA beserta microchip Rp 150 ribu. Total biaya sertifikat untuk satu anak kucing adalah Rp 500 ribu . Ini belum termasuk biaya perpanjangan izin cattery dan keanggotaan di CFA dan ICA. Juga belum termasuk biaya berlangganan almanac di CFA

10. Biaya Show Cattery

Misalkan asumsi suatu cattery rata-rata menjual 2 anakan setiap bulan. Dan setiap bulan cattery tersebut mengikuti show kucing dengan biaya Rp 5 juta (sudah termasuk tiket show CFA Internasional untuk 2 ekor kucing, akomodasi, transport, makan, dan persiapan show) untuk 2 ekor kucing jagoan yang dikonteskan. Maka per ekor kucing yang dijual harus menanggung setidaknya Rp 2,5 juta untuk biaya show.

11. Biaya Penyusutan Alat-alat

Banyak sekali peralatan cattery yang harganya tidak bisa dibilang murah. Dari sisir, gunting, hingga AC, blower, kandang, kamera, laptop, handphone, show tent dan lain-lain. Semua ada “umur”-nya. Minimal biaya penyusutan tersebut adalah Rp 1,4 juta per bulan. Dengan asumsi menjual 2 ekor kucing setiap bulan, maka beban biaya per ekor kucing adalah Rp 700 ribu

12. Biaya Expert

Dalam hal ini adalah cattery owner, yang telah belajar diklat khusus kucing 2 hari penuh, melakukan kontrol ke kucing setiap hari, melakukan networking dengan breeder-breeder di eropa dan amerika, supaya terus mendapat kucing yang terbaik untuk cattery-nya, mengawal ketika kontes/show, bolak-balik ke dokter hewan atau apotek ketika ada kucing yang sakit atau melahirkan (termasuk pada waktu tengah malam), proses belajar yang terus menerus (misalnya tentang penyakit kucing yang semakin aneh-aneh), termasuk berlangganan majalah atau website tentang kucing berbahasa asing yang berbayar. Anggaplah biayanya Rp 100 ribu /hari, anggaplah cattery seperti menghire seorang manajer (mana ada manajer mau dibayar segitu ya hehe). Jika menjual 2 ekor kucing setiap bulan, maka bebannya Rp 1,5 juta per kucing. Itupun belum termasuk biaya pulsa dan internet lho!

13322136_498956963621364_744775227764028733_n

Total biaya “modal” sementara adalah Rp 28,5 juta untuk satu ekor kucing yang dijual. Jika ditambah biaya lain-lain seperti biaya perawatan induk pejantan (mereka butuh makan dan perawatan juga dong), biaya pulsa dan internet, biaya bensin atau sewa grab/uber jika ke dokter hewan, juga biaya marketing seperti iklan di booklet show atau diklat, biaya perpanjangan cattery dan keanggotaan di CFA dan ICA, maka kita bulatkan saja ya…

Hasilnya : Total biaya “modal” untuk satu ekor kucing yang dijual adalah Rp 30 juta per ekor

atau jika kedua indukan adalah indukan lokal kualitas show, maka setidaknya harga kucing yang dijual adalah Rp 23 juta per ekor (tentunya dengan standar perawatan yang sama dengan yang disebutkan pada item-item diatas)

Itupun seperti disebut sebelumnya, harga “modal” tersebut belum termasuk biaya caesar kalau melahirkan, dan belum memberikan keuntungan untuk owner cattery.

Jadi kalaupun harga kucing dijual dibawah Rp 30 juta, dengan induk impor, seharusnya masih “murah” karena masih dibawah harga modal. Termasuk Prabu Cattery yang menjual jauh dibawah harga tersebut.

Mengapa?

Adakah yang menjual lebih dari Rp 30 juta? Ada. Hal ini dimungkinkan karena biaya indukan impor yang bervariasi. Ataupun memang kualitas kucingnya sangat baik didapatkan dari bloodline import yang sangat jarang dan sangat bagus, berpotensi mendapat gelar DW (atau malah sudah memiliki gelar tersebut). Atau cattery tersebut lebih sering mengikuti show dengan membawa lebih banyak kucing, bahkan mengikuti show di luar negeri, Atau misalnya biaya sewa ruangan lebih mahal karena tinggal di apartemen? semua dimungkinkan.

Lalu mengapa ada yang menjual lebih murah, misalnya dibawah Rp 10 juta? Silakan di utak-atik sendiri komponen-komponen diatas. Misalnya :

  • Induk tidak impor, atau
  • Bukan registered cattery (tidak ada sertifikat), jadi tidak ada jaminan kemurnian ras asli, atau
  • AC tidak 24 jam, atau
  • Ruangan kucing penuh sesak bahkan dipelihara di kandang-kandang kecil (yang menyebabkan kucing tidak sehat, juga tidak bahagia)
  • Vaksin dan obat cacing apakah rutin? Ini fatal sekali jika tidak ada
  • Grooming seadanya, dan tidak rutin
  • Minimnya jumlah orang yang mengurus kucing. Tentunya berpengaruh ke perhatian yang diberikan ke kucing.
  • Diberikan makanan yang murah. Yang memungkinkan resiko jangka panjang bahkan jangka pendek ke kucing seperti sakit ginjal dan lain sebagainya. Prabu cattery sangat menjaga hal ini, selalu memberikan yang terbaik untuk kucing-kucing kami
  • Tidak rutin mengikuti show. Cattery yang ideal tentunya rajin mengikuti show, yang mengindikasikan kucingnya memang berkualitas, karena dinilai oleh juri-juri internasional. Jika tidak mengikuti show, maka kualitas kucing hanyalah klaim sepihak dari pihak cattery. Dimana semua cattery (termasuk Prabu) tentunya akan mengatakan kucingnya berkualitas.

Outputnya adalah kucing yang tidak sehat, seperti rentan terkena jamur, kutu, bakteri bahkan virus. Juga rentan penyakit seperti ginjal dikarenakan kualitas makanan yang tidak baik. Kucing pun menjadi tidak bahagia, murung, tidak aktif, bulu terlihat kusam dan rontok, badan kurus dan sebagainya. Kucing juga rentan menjadi galak ketika di grooming, dan tentunya harapan hidup (umur) yang lebih rendah.

Semua hal diatas adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar di Prabu Cattery. Alhamdulillah bisa terlihat dari penampilan fisik kucing-kucing Prabu Cattery yang sehat, badan berisi, bulu terawat, kucing selalu bahagia dan ramah kepada manusia, bahkan kucing kami selalu enjoy ketika dimandikan. Juga dibuktikan dengan prestasi mereka pada ajang kontes Internasional. Tentunya semua pencapaian ini tidak akan didapat jika ada komponen perawatan yang diturunkan standarnya.

Sekali lagi, mahal dan murah adalah sangat relatif. Tapi semua bukti diatas membuktikan bahwa kucing di Prabu tidaklah mahal. Bahkan kami selalu bisa dihubungi 24 jam jika adopter kami ingin bertanya-tanya tentang perawatan kucing yang sudah dibeli, atau tentang tatacara show, atau misalkan adopter meminta dibimbing untuk menjadi registered cattery (cattery resmi). Apakah hal-hal seperti ini bisa dihargai dengan uang?

Contoh biaya lainnya yang tidak bisa dinilai dengan uang adalah biaya berkunjung atau dikunjungi oleh cattery lain dari berbagai negara. Belajar langsung dari top cattery yang ada di dunia.

connie

Dan manfaat serta kebahagiaan yang akan diberikan oleh kucing-kucing dari Prabu Cattery, tentunya sebanding atau bahkan jauh lebih banyak dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan untuk mengadopsinya! Sudah banyak terbukti lho.. mau mencoba? 😉

Salam,

Paramita Suri, Prabu Cattery

Jangan lupa follow instagram kami @prabucats ya!

Leave a Reply